Berita terkiniTampilkan lebih banyak

Berita

Serial webinar “Mengelola Yang Tersisa” Seri#5 Tata kelola dan praktik cerdas di Hutan Lindung

Berdasarkan UU No.41/1999, Hutan Lindung (HL) memiliki fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut dan memelihara kesuburan tanah. Bentuk penggunaannya terbatas pada pemanfaatan kawasan, jasa lingkungan (fungsi hidrologis) dan pemanfaatan HHBK (PP 34/2002). Namun masalahnya, HL yang kini luasnya hampir mencapai 30 juta ha ini sekarang banyak yang berada dalam kondisi kritis dan menjadi open access. Kawasan berstatus HL yang sudah tak lagi berhutan nyatanya juga telah mencapai 20% atau bahkan lebih. Demikian paparan Direktur Tropenbos Indonesia Edi Purwanto dalam serial webinar Tropenbos Indonesia (TI) yang ke-5 pada Sabtu, 12 September 2020 yang diikuti oleh sekitar 170 peserta dan dimoderatori oleh Dr. Ir. Titiek Setyawati, M.Sc.

Selanjutnya

Berita

Seri Webinar “Mengelola Hutan yang Tersisa” Seri #4. Membangun ketahanan keanekaragaman hayati dari beranda rumah

Melestarikan keanekaragaman hayati bisa dimulai dari beranda rumah kita. Hijaunya pekarangan dengan aneka jenis pepohonan akan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar tentang lingkungan dan merasa dekat dengan alam. Dikelilingi oleh satwa liar yang hidup bebas di sekitar kita jauh lebih baik daripada memeliharanya di dalam sangkar, namun ada tidaknya satwa liar itu di sekitar kita akan sangat ditentukan oleh lingkungan yang cocok sebagai habitatnya. Dengan menanam berbagai jenis pohon di halaman tidak hanya akan mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati tetapi juga mempertahankan cadangan karbon, mengurangi dampak perubahan iklim dan pemanasan global, menjaga udara tetap segar dan menyehatkan, serta memberikan efek menenangkan bagi penghuni rumah.

Selanjutnya

Berita

Serial Webinar “Mengelola Yang Tersisa” #3 Gerakan Nasionalisme Konservasi

Didalam kisah pewayangan Jawa, sosok Kumbakarna dikenal sebagai panglima perang Alengka yang berjiwa patriot dan memiliki nasionalisme tinggi. Selain itu, ada pula Bisma (Dewabrata) yang juga pembela Hastina dari dampak kehancuran lingkungan akibat Perang Baratayuda. Keduanya adalah inspirasi yang bisa digali dari wayang yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai karya budaya mengagumkan warisan bangsa. Eratnya hubungan antara lingkungan dan budaya tergambar jelas di dalam “kayon” gunungan wayang. Pohon menjadi urat nadi kehidupan bagi semua mahluk yang bergantung padanya. Rusaknya pohon-pohon di hutan, menjadi sumber beragam bencana seperti kebakaran, sebagaimana bisa dilihat dibalik kayon (banaspati) yang menggambarkan api.

Selanjutnya

Tropenbos Indonesia

Mendukung terciptanya bentang alam produktif dan lestari melalui program tata kelola berkelanjutan yang mencakup strategi untuk meningkatkan keamanan pangan, pemanfaatan hutan dan lahan secara bertanggung jawab, serta mitigasi dan adaptasi perubahan iklim