Berita terkiniTampilkan lebih banyak

Berita

Mengarusutamakan HCV di sektor Pertambangan: Perlunya pengembangan panduan praktis pengelolaan, pemantauan, dan pelaporan HCV

Jakarta, JS Luwansa Hotel, Rabu, 3 Juli 2019. Dr. Edi Purwanto, Direktur Yayasan Tropenbos Indonesia (TI), diundang oleh Dewan Bisnis Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan (Indonesian Business Council on Sustainable Development -IBCSD) untuk berbagi ide tentang upaya untuk mengarusutamakan konservasi ekosistem dan lingkungan di sektor pertambangan.

Selanjutnya

Berita

The strategic role of stakeholder mapping and engagement on KEE development

Directorate of Essential Ecosystem Areas Management (BPKEE), Ministry of Environment and Forestry (MoEF), as part of their role to provide norm, standards and guidance to regional government, have been in the process of developing guidance on stakeholder mapping (SM) and engagement (SE) on KEE (Essential Ecosystem Areas) development. On Tuesday, 28 May 2019, Director of Tropenbos Indonesia, Edi Purwanto was invited by BPKEE to present his ideas on this issue, his inputs during the meeting is summarized below.

Selanjutnya

Berita

"Workshop Penyampaian Kajian HCV di Sumatra Barat"

Sejak Februari 2019, Tropenbos Indonesia (TI) telah mendukung KKI WARSI dalam mengidentifikasi area High Conservation Value (HCS) atau Nilai Konservasi Tinggi (NKT) di Provinsi Sumatera Barat. Konsep HCV yang sebelumnya diterapkan di sektor kehutanan kini telah banyak diadopsi di sektor lain. Saat ini, advokasi konservasi dan berbagai jenis perencanaan penggunaan lahan juga telah memasukkan konsep HCV untuk mengelola dan meningkatkan fungsi dan nilai konservasi dari kawasan yang dikelola.

Selanjutnya

Tropenbos Indonesia

Mendukung terciptanya bentang alam produktif dan lestari melalui program tata kelola berkelanjutan yang mencakup strategi untuk meningkatkan keamanan pangan, pemanfaatan hutan dan lahan secara bertanggung jawab, serta mitigasi dan adaptasi perubahan iklim