Berita terkiniTampilkan lebih banyak

Berita

Karhutla, Salah Siapa?

Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan khususnya Ketapang agaknya sudah menjadi rutinitas tahunan. Kebakaran hampir selalu terjadi di setiap musim panas, terutama saat musim panas ekstrem akibat pengaruh El Nino. Tentu saja faktor alam seperti musim panas yang berkepanjangan atau faktor manusia seperti adanya unsur kesengajaan ataupun kelalaian, atau kombinasi keduanya, bisa mempengaruhi. Penyebab kebakaran sulit ditentukan secara pasti sehingga acapkali timbul “praduga” atau mencari “kambing hitam” sebagai pembenaran atas teori di atas kertas. Namun demikian, tidak ada asap tanpa api, tidak ada akibat tanpa sebab.

Selanjutnya

Berita

Provide Incentives for Conservation Outside Protected Areas

The policy of the Environment and Forestry Ministry to encourage regional governments to ensure non-state forest areas (APL) to have good forest cover and high biodiversity values as essential ecosystem areas (KEE) has received warm response from conservation NGOs.

Selanjutnya

Berita

Mengarusutamakan HCV di sektor Pertambangan: Perlunya pengembangan panduan praktis pengelolaan, pemantauan, dan pelaporan HCV

Jakarta, JS Luwansa Hotel, Rabu, 3 Juli 2019. Dr. Edi Purwanto, Direktur Yayasan Tropenbos Indonesia (TI), diundang oleh Dewan Bisnis Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan (Indonesian Business Council on Sustainable Development -IBCSD) untuk berbagi ide tentang upaya untuk mengarusutamakan konservasi ekosistem dan lingkungan di sektor pertambangan.

Selanjutnya

Tropenbos Indonesia

Mendukung terciptanya bentang alam produktif dan lestari melalui program tata kelola berkelanjutan yang mencakup strategi untuk meningkatkan keamanan pangan, pemanfaatan hutan dan lahan secara bertanggung jawab, serta mitigasi dan adaptasi perubahan iklim