Lokakarya Riset Aksi Partisipatoris dan Pembangunan Desa di Ketapang

Lokakarya Riset Aksi Partisipatoris dan Pembangunan Desa di Ketapang

Indonesia - 31 October, 2018

Tropenbos Indonesia (TI) bekerjasama dengan The Center For People and Forests (RECOFTC) Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Riset Aksi Partisipatoris dan Pembangunan Desa di Ketapang yang diadakan di Hotel Aston Ketapang, Senin 18 Oktober 2018. Acara di hadiri oleh 49 orang peserta yang berasal dari Bappeda, Balitbang, Dinas PMPD, Distanakbun Kabupaten Ketapang, Camat Matan Hilir Utara dan Matan Hilir Selatan, Kepala Desa Sungai Putri dan Laman Satong, Balai TNGP, Swasta (PT KAL dan PT BGA), serta NGO (PMP, Yiari, Asri, Aidenvironment dan Yayasan Palung). Tujuan Lokakarya ini adalah untuk berbagi hasil penerapan metode Participation Action Research (PAR) yang telah dilakukan di dua Desa yaitu di Desa Laman Satong dan Sungai Putri, Kabupaten Ketapang.

Direktur RECOFTC, Gamma Galudra yang hadir dalam acara mengatakan, PAR merupakan suatu metode penelitian yang mengedepankan prinsip partisipasi dan aksi yang menekankan proses, dimana hasilnya memiliki implikasi dan dampak pada komunitas.
 
“Berbeda dengan metode-metode lainnya yang lebih mengandalkan para peneliti-peneliti yang sudah ahli, sedangkan PAR mengandalkan masyarakat itu sendiri sebagai penelitinya. PAR itu membangun kesadaran dari masyarakat itu sendiri untuk mengenal wilayahnya, potensinya apa, tantangannya apa, ancamannya apa diwilayah itu. Lalu dari situ mereka mencari solusinya apa untuk mengatasi tantangan dan ancaman itu. Jadi betul-betul metode ini beranjak dari masyarakat itu sendiri,”ungkapnya.
 
Uji coba yang dilakukan di Desa Sungai Putri dan Laman Satong adalah untuk menguji apakah metode PAR ini bisa sukses dan berhasil diadopsi oleh masyarakat dan pemerintah desa didalam menyusun dan mereview kebijakan-kebijakan yang ada di tingkat desa, seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) di Desa Sungai Putri dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Laman Satong.
 
Menurut Direktur TI Edi Purwanto, PAR yang dilaksanakan di dua desa hasilnya sangat memuaskan. “Di Desa Sungai Putri misalnya, hasil proses PAR digunakan sebagai bahan review RPJMDes dengan memasukkan usulan kegiatan yaitu pembangunan kanal untuk meningkatkan irigasi sawah dan mencegah aliran air laut, menanam kembali bakau dan pembukaan lahan tanpa bakar. Sementara di Desa Laman Satong, PAR digunakan untuk mengidentifikasi potensi bisnis desa seperti, Wisata Air Terjun Riam Berasap dan kerajinan tradisional yang kini mulai dikembangkan. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong perubahan menuju kehidupan yang lebih baik,” katanya.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Ketapang, Hendri Sibuea mengatakan, pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan PAR karena kegiatan tersebut dirasakan sangat penting dalam rangka bagaimana menyusun suatu perencanaan dengan melibatkan masyarakat itu sendiri, sehingga kegiatan itu nantinya benar-benar berasal dari masyarakat. “Kami berharap kegiatan PAR akan ditindak lanjuti dengan kegiatan yang benar-benar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang ada,” tambahnya. (IRP, IRN)