Filter

07 July 2019 Indonesia

Mengarusutamakan HCV di sektor Pertambangan: Perlunya pengembangan panduan praktis pengelolaan, pemantauan, dan pelaporan HCV

Jakarta, JS Luwansa Hotel, Rabu, 3 Juli 2019. Dr. Edi Purwanto, Direktur Yayasan Tropenbos Indonesia (TI), diundang oleh Dewan Bisnis Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan (Indonesian Business Council on Sustainable Development -IBCSD) untuk berbagi ide tentang upaya untuk mengarusutamakan konservasi ekosistem dan lingkungan di sektor pertambangan.

Selanjutnya

29 May 2019 Indonesia

The strategic role of stakeholder mapping and engagement on KEE development

Directorate of Essential Ecosystem Areas Management (BPKEE), Ministry of Environment and Forestry (MoEF), as part of their role to provide norm, standards and guidance to regional government, have been in the process of developing guidance on stakeholder mapping (SM) and engagement (SE) on KEE (Essential Ecosystem Areas) development. On Tuesday, 28 May 2019, Director of Tropenbos Indonesia, Edi Purwanto was invited by BPKEE to present his ideas on this issue, his inputs during the meeting is summarized below.

Selanjutnya

22 May 2019 Indonesia

"Workshop Penyampaian Kajian HCV di Sumatra Barat"

Sejak Februari 2019, Tropenbos Indonesia (TI) telah mendukung KKI WARSI dalam mengidentifikasi area High Conservation Value (HCS) atau Nilai Konservasi Tinggi (NKT) di Provinsi Sumatera Barat. Konsep HCV yang sebelumnya diterapkan di sektor kehutanan kini telah banyak diadopsi di sektor lain. Saat ini, advokasi konservasi dan berbagai jenis perencanaan penggunaan lahan juga telah memasukkan konsep HCV untuk mengelola dan meningkatkan fungsi dan nilai konservasi dari kawasan yang dikelola.

Selanjutnya

09 May 2019 Indonesia

Pentingnya pemetaan dan pelibatan pemangku kepentingan dalam pembangunan KEE

Pada Rabu, 8 Mei 2019, Direktur Tropenbos Indonesia (TI),Edi Purwanto, melakukan curah gagasan dengan Direktorat Bina Kawasan Ekosistem Esensial (BPKEE), Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Topik bahasan adalah Policy Brief yang baru diterbitkan oleh Tropenbos Indonesia (Mei 2019), bertajuk “Konservasi di Luar Kawasan Konservasi: Pembelajaran dari Kalimantan Barat”.

Selanjutnya

17 December 2018 Indonesia

Nota Kesepakatan Bersama Pengelolaan KEE Lanskap Koridor Orangutan Sungai Putri – Gunung Tarak – Gunung Palung

Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Lanskap Koridor Orangutan Sungai Putri – Gunung Tarak – Gunung Palung sepakat menjadi komitmen bersama yang dituangkan dalam Nota Kesepakatan Bersama (MoU) yang ditandatangani dalam pertemuan di Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Kamis, 22 November 2018. Sembilan lembaga yang menandatangani MoU ini adalah Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE) KLHK, Dinas Kehutanan Kalbar, Bappeda Ketapang, PT Kayung Agro Lestari, PT Gemilang Makmur Subur, PT Laman Mining, Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), dan Tropenbos Indonesia (TI).

Selanjutnya

31 October 2018 Indonesia

Lokakarya Riset Aksi Partisipatoris dan Pembangunan Desa di Ketapang

Tropenbos Indonesia (TI) bekerjasama dengan The Center For People and Forests (RECOFTC) Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Riset Aksi Partisipatoris dan Pembangunan Desa di Ketapang yang diadakan di Hotel Aston Ketapang, Senin 18 Oktober 2018. Acara di hadiri oleh 49 orang peserta yang berasal dari Bappeda, Balitbang, Dinas PMPD, Distanakbun Kabupaten Ketapang, Camat Matan Hilir Utara dan Matan Hilir Selatan, Kepala Desa Sungai Putri dan Laman Satong, Balai TNGP, Swasta (PT KAL dan PT BGA), serta NGO (PMP, Yiari, Asri, Aidenvironment dan Yayasan Palung). Tujuan Lokakarya ini adalah untuk berbagi hasil penerapan metode Participation Action Research (PAR) yang telah dilakukan di dua Desa yaitu di Desa Laman Satong dan Sungai Putri, Kabupaten Ketapang.

Selanjutnya