Tempat berkarya

TARAK-GADUNG-WEB-ina.png

Saat ini Tropenbos Indonesia bekerja di Lanskap Gunung Tarak yang terletak di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat. Lanskap seluas 506.425 ha ini berbatasan dengan Sungai Pawan di utara, Sungai Pasaguan di selatan, dan Selat Karimata di barat. Lanskap ini terdiri dari 4 ekosistem hutan, yaitu: Taman Nasional Gunung Palung (95.000 ha), Hutan Lindung Gunung Tarak (24.000 ha), Hutan Gambut Sungai Putri (59.000 ha), dan Hutan Gambut Pematang Gadung (15.000 ha).

Masyarakat yang menempati kawasan ini berasal dari beragam suku termasuk dari etnis Cina, Dayak, Melayu, dan Jawa. Sebagian dari mereka hidup sebagai petani, pekerja di perkebunan berbagai komoditas agro, pedagang, penambang bauksit dan emas, nelayan, dan pembalak liar kecil-kecilan.

Sebagai kawasan yang strategis bagi industri dan perdagangan, kawasan ini telah menarik minat banyak investors khususnya di bidang perkebunan dan pertambangan. Bak pisau bermata dua, selain menguntungkan hal ini dapat pula menjadi ancaman dan tekanan bagi kawasan ini. Salah satu bagian dari kawasan ini, misalnya, yang sampai saat ini masih menjadi tarik menarik antara kepentingan investasi dan kelestarian lingkungan, adalah hutan lahan gambut Sungai Putri. Atas kawasan yang hampir seluruhnya merupakan lahan gambut dalam ini dengan kedalaman rata-rata 7 m ini, nyatanya sebuah perusahaan telah memperoleh izin untuk mengelolanya.

Kawasan Sungai Putri juga merupakan hunian bagi sekitar 25.000 populasi orangutan yang terjebak di kawasan yang terputus dari koridor ekologis hutan alam, akibat terpotong oleh konversi lahan menjadi lahan pertanian dan perkebunan kelapa sawit, pertambangan, pembangunan jalan dan infrastruktur, serta kawasan hunian. Pembangunan yang pesat memang penting untuk meningkatkan perekonomian negara dan menyejahterakan masyarakat, tetapi mempertahankan praktik berkelanjutan bagi sektor usaha, melindungi hutan dan keanekaragaman hayatinya, serta menahan laju ekstraksi sumber daya alam yang tidak bijaksana merupakan hal yang tidak kalah penting.

Untuk itulah, Tropenbos Indonesia mencoba menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan praktik berkelanjutan, dan meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya perlindungan lingkungan di tengah berbagai ancaman, dan perlunya memilih langkah berkelanjutan ditengah derapnya pembangunan kawasan ini.