Indonesia

Program Rehabilitasi dan Restorasi Hutan

Dengan keprihatinan terhadap meluasnya deforestasi dan degradasi hutan di Kalimantan akibat kegiatan pertambangan, pertanian, perkebunan dan industri ekstraktif lainnya, serta pembangunan infrastruktur dan pemukiman, Tropenbos Indonesia menjalin kerja sama melalui MoU dengan ELTI (Environmental Leadership Training Initiative) untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, baik yang berasal dari instansi pemerintah, LSM, universitas, perusahaan swasta maupun organisasi/lembaga terkait lainnya yang memiliki potensi untuk melakukan kegiatan rehabilitasi dan restorasi/pemulihan hutan.

Lihat proyek ini

Indonesia

Program GLA

Green Livelihoods Alliance (GLA) adalah progam kolaborasi antara Milieudefensie, IUCN Belanda dan Tropenbos International, dalam sebuah kemitraan strategis dengan Kementerian Luar Negeri Belanda. Program ini dilaksanakan di 9 negara, yaitu: Ghana, DR Congo, Nigeria, Uganda, Bolivia, Paraguay, Vietnam, Philippines, and Indonesia.

Lihat proyek ini

Indonesia

Mengarusutamakan Pendekatan Nilai Konservasi Tinggi di Indonesia

Sejak konsep Nilai Konservasi Tinggi (HCV) diperkenalkan pada tahun 1990an, banyak kawasan HCV di dalam konsesi hutan tanaman industri, perkebunan kelapa sawit, dan berbagai kawasan produksi lainnya telah diidentifikasi. HCV di dalam kawasan produksi memberikan kontribusi yang berarti terhadap perlindungan dan pelstarian lanskap secara menyeluruh.

Lihat proyek ini

Indonesia

Mengintegrasikan Sistem Pemanfaatan Lahan lokal didalam Manajemen Kolaboratif Kawasan Lindung

Kawasan lindung di Indonesia (terhitung lebih dari 55 juta hektar) telah ditetapkan sebagai penyedia jasa lingkungan, konservasi, maupun sosial dan budaya.

Lihat proyek ini

Indonesia

Pembangunan masyarakat hutan: kegiatan illegal, hak asasi manusia, atau masalah tanggung jawab perusahaan?

Terbatasnya hak dan akses terhadap sumber daya alam dan menurunnya sumber daya hutan menyisakan sedikit pilihan mata pencaharian bagi masyarakat lokal. Akibatnya mereka terlibat didalam kegiatan yang bisa memberikan penghasilan secara cepat, terutama kegiatan pembalakan liar, dan konversi hutan untuk berbagai peruntukan lain (misalnya kelapa sawit) yang dapat memberikan pendapatan tunai secara cepat. Ini, pada akhirnya, memicu degradasi sumber daya alam lebih lanjut, yang mengakibatkan terkikisnya dasar dukungan bagi mata pencaharian berkelanjutan.

Lihat proyek ini